Tetap Terhubung Selama Corona, dapat membantu mencegah Anda jatuh sakit

Sebagian besar dari kita sudah terjebak di rumah untuk waktu yang cukup lama dan sepertinya hal ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Bagi sebagian dari kita hal ini berarti menghabiskan waktu untuk sendirian, bagi beberapa yang lain ini  berarti menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang mungkin tidak mereka iinginkan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama.

Hampir semua dari kita beranggapan, dalam keadaan seperti ini berarti kita tidak bisa menghabiskan waktu dengan orang-orang dalam hidup kita yang membantu kita merasa terhubung satu sama lain, orang-orang yang membantu kita menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri : seperti anggota keluarga, teman-teman, rekan kerja, bahkan barista yang selalu tersenyum dan memanggil nama kita ketika memesan kopi setiap pagi.

Manusia adalah makhluk yang tangguh dan inventif, orang-orang akan datang dengan segala macam cara inovatif untuk tetap dapat terhubung dengan orang-orang yang mereka sayangi meskipun tidak dapat menghabiskan waktu secara langsung. Orang-orang akan mengadakan pesta ulang tahun online, mengadakan kelompok membaca buku online, menghubungi teman-teman lama yang belum pernah mereka ajak bicara selama bertahun-tahun, menonton film bersama secara online, dan bermain games online. Biar bagaimanapun juga, orang-orang akan tetap menemukan cara untuk terus berhubungan.

Sementara ada banyak cara kreatif  yang ditemukan untuk trus terhubung, kita mungkin sebenarnya mengabaikan alasan sesungguhnya betapa pentingnya manusia untuk terus berhubungan. Tetap terhubung dengan orang-orang yang kita kasihi tidak hanya membantu kita menjaga kewarasan, tetapi sebenarnya juga membantu mencegah kita jatuh sakit. Sheldon Cohen (1997) dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menemukan bahwa orang yang hanya memiliki 1-3 ikatan sosial dalam periode waktu dua minggu (seperti panggilan telepon atau kunjungan dengan kerabat/teman) memiliki kemungkinan empat kali lipat lebih besar untuk terserang flu dibandingkan dengan mereka yang memiliki enam atau lebih ikatan sosial selama periode waktu yang sama.

Tetap terhubung dengan orang lain dapat mengurangi stres dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Di sisi lain, kita juga mengetahui bahwa kesepian merupakan faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap risiko kesehatan. Kesepian dan isolasi sosial meningkatkan risiko kematian dini sama halnya dengan merokok (Holt-Lunstead, et al., (2015). Ini adalah pedang bermata dua bagi oran tua, karena orang tua sama-sama lebih berisiko terhadapa isolasi dan kesepian dan juga memiliki resiko yang lebih besar lagi untuk terserang berbagai penyakit.

Tentu saja, tidak satu pun dari pendekatan ini dimaksudkan untuk menggantikan penerapan social distancing yang sedang dilakukan saat ini. Namun, ingat pada saat kamu sedang menghabiskan waktu bersama teman-teman dekat atau keluarga, atau bahkan sekerdar bermain games online dengan sahabat, jangan biarkan siapa pun mengkritikmu tentang tidak menggunakan waktu secara produktif. Ingat, yang kamu lakukan adalah menyelamatkan hidup mu sendiri.

artikel dikutip dari : https://www.psychologytoday.com/intl/blog/fear-intimacy/202004/staying-connected-during-corona

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *